Pada suatu ketika ada
seorang laki-laki yang sedang mendaki gunung salju. Tiba-tiba datang badai
salju yang dengan segera menghapus jejak jalan yang akan ditempuhnya. Sadar
akan kondisi yang buruk, lelaki tersebut berusaha mencari perlindungan supaya
tidak mati beku. Namun usahanya sia-sia dan kakinya sudah mulai mati rasa.
Dalam perjalannya dia tersandung oleh tubuh lelaki lain yang terbaring hampir
mati beku. Lelaki itu harus mengambil keputusan dengan cepat, apakah ia akan
meneruskan perjalannya dan meninggalkan orang itu ataukah ia akan menolong
orang yang terkapar tersebut??
Akhirnya ia memutuskan
untuk menolong lekaki tersebut. Dia berlutut, melepaskan sarung tangannya yang
basah dan mulai memijit kaki orang yang terbaring itu. Secara perlahan orang
tersebut mulai sadarkan diri. Kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan
hingga mendapatkan pertolongan.
Di kemudian hari lelaki
itu baru mengerti karena diberitahu, bahwa dengan menolong orang asing justru
menyelamatkan nyawanya sendiri. Dengan kegiatan memijit tangan dan kaki orang
tersebut, peredaran darahnya sendiri semakin lancar sehingga tangan dan kakinya
sendiri menjadi hangat. Dan tangan serta kakinya yang mulai membeku akhirnya
bisa sembuh.
Cerita di atas juga
berlaku pada bisnis network. Kalau anda ingin berhasil, bantulah mitra bisnis
anda sepenuh hati sehingga mereka menjadi mandiri. Dan pada akhirnya akan
menjadi angsa bertelur emas bagi anda.
Analogi ini sepertinya mudah dipahami tetapi sulit untuk dilaksanakan karena banyak pemula yang tergoda ingin cepat sukses. Mereka mencari mitra sebanyak-banyaknya diawal. Mereka lupa perlunya proses pembimbingan dan duplikasi, setelah beberapa saat kemudian baru menyadari bahwa jaringannya telah mati tidak berkembang karena bibit-bibit baru yang bergabung tidak pernah dirawat.
Analogi ini sepertinya mudah dipahami tetapi sulit untuk dilaksanakan karena banyak pemula yang tergoda ingin cepat sukses. Mereka mencari mitra sebanyak-banyaknya diawal. Mereka lupa perlunya proses pembimbingan dan duplikasi, setelah beberapa saat kemudian baru menyadari bahwa jaringannya telah mati tidak berkembang karena bibit-bibit baru yang bergabung tidak pernah dirawat.
Sampai jumpa di puncak
sukses.
-------------------------------
Pola
Pikir : Penuh Atau Kurang?
Dunia ini adalah dunia
yang makmur atau dunia yang kekurangan? Kalau makmur, mengapa ada orang miskin?
Kalau kekurangan, mengapa ada orang kaya?
1. Dunia ini penuh
dengan uang atau kekurangan uang?
Orang yang merasa dunia
kekurangan uang, mencari uang itu sulit, menjadi kaya itu sulit, seringkali
benar-benar tidak bisa kaya. Sementara, orang-orang yang merasa dunia penuh
dengan uang, bahwa uang bertebarang di mana-mana, tinggal ditangkap saja, atau
bahwa menjadi kaya itu mudah sekali, bahkan tidak perlu melakukan sesuatu yang
illegal, tetapi bisa kaya dengan mudah, akan selalu menjadi orang yang kaya
raya. Koin yang sama, sisi yang berbeda, yang mana yang ingin anda lihat?
2. Dunia penuh dengan prospek atau kekurangan prospek?
Sama juga, orang yang
merasa mencari prospek itu sulit, jaringannya pun kecil. Orang yang merasa
bahwa mencari prospek itu mudah sekali, prospek ada di mana-mana, selama mata
masih melihat adanya manusia, maka itulah prospek, biasanya jaringannya pun
tumbuh dengan cepat dan besar.
1. Dunia penuh dengan konsumen retail atau kekurangan
konsumen retail?
Lagi-lagi, pandangan yang
berbeda terhadap penjualan retail akan menghasilkan sesuatu yang berbeda pula.
Banyak distributor yang merasa bahwa menjual itu sulit, siapa yang sanggup dan
mau memakai produk kita, dan sebagainya, biasanya mengalami kebingungan dan
kesulitan untuk tutup point. Sementara orang-orang yang merasa bahwa dunia
penuh dengan konsumen, lagi-lagi selama mata masih memandang adanya manusia,
maka merasa bisa diajak bergabung atau beli produk, maka mereka tidak pernah
kesulitan untuk tutup point.
4. Dunia penuh dengan
harapan atau sudah tak punya harapan?
Banyak orang merasa dunia
sudah bobrok, sudah rusak, bejat semua, mencurigai semua orang, berprasangka
buruk pada semua orang, biasanya hidup mereka tidak bahagia, sibuk dan pusing
memikirkan sesuatu yang mereka tidak bisa mengontrol atau memiliki kuasa untuk
mengendalikan. Tetapi orang-orang yang merasa bahwa dunia ini indah, penuh
harapan dan rasa syukur, banyak sekali orang-orang baik yang diberikan untuk
kita akan hidup lebih tentram, bahagia, dan menjadi orang-orang yang berhasil.
Salam sukses,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar