Kamis, 13 Oktober 2016

Ingin Berhasil di MLM? Bantulah Orang Lain Supaya Berhasil


Pada suatu ketika ada seorang laki-laki yang sedang mendaki gunung salju. Tiba-tiba datang badai salju yang dengan segera menghapus jejak jalan yang akan ditempuhnya. Sadar akan kondisi yang buruk, lelaki tersebut berusaha mencari perlindungan supaya tidak mati beku. Namun usahanya sia-sia dan kakinya sudah mulai mati rasa. Dalam perjalannya dia tersandung oleh tubuh lelaki lain yang terbaring hampir mati beku. Lelaki itu harus mengambil keputusan dengan cepat, apakah ia akan meneruskan perjalannya dan meninggalkan orang itu ataukah ia akan menolong orang yang terkapar tersebut??
Akhirnya ia memutuskan untuk menolong lekaki tersebut. Dia berlutut, melepaskan sarung tangannya yang basah dan mulai memijit kaki orang yang terbaring itu. Secara perlahan orang tersebut mulai sadarkan diri. Kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan hingga mendapatkan pertolongan.
Di kemudian hari lelaki itu baru mengerti karena diberitahu, bahwa dengan menolong orang asing justru menyelamatkan nyawanya sendiri. Dengan kegiatan memijit tangan dan kaki orang tersebut, peredaran darahnya sendiri semakin lancar sehingga tangan dan kakinya sendiri menjadi hangat. Dan tangan serta kakinya yang mulai membeku akhirnya bisa sembuh.
Cerita di atas juga berlaku pada bisnis network. Kalau anda ingin berhasil, bantulah mitra bisnis anda sepenuh hati sehingga mereka menjadi mandiri. Dan pada akhirnya akan menjadi angsa bertelur emas bagi anda.
Analogi ini sepertinya mudah dipahami tetapi sulit untuk dilaksanakan karena banyak pemula yang tergoda ingin cepat sukses. Mereka mencari mitra sebanyak-banyaknya diawal. Mereka lupa perlunya proses pembimbingan dan duplikasi, setelah beberapa saat kemudian baru menyadari bahwa jaringannya telah mati tidak berkembang karena bibit-bibit baru yang bergabung tidak pernah dirawat.
Sampai jumpa di puncak sukses.
-------------------------------
Pola Pikir : Penuh Atau Kurang?
Dunia ini adalah dunia yang makmur atau dunia yang kekurangan? Kalau makmur, mengapa ada orang miskin? Kalau kekurangan, mengapa ada orang kaya?
1. Dunia ini penuh dengan uang atau kekurangan uang?
Orang yang merasa dunia kekurangan uang, mencari uang itu sulit, menjadi kaya itu sulit, seringkali benar-benar tidak bisa kaya. Sementara, orang-orang yang merasa dunia penuh dengan uang, bahwa uang bertebarang di mana-mana, tinggal ditangkap saja, atau bahwa menjadi kaya itu mudah sekali, bahkan tidak perlu melakukan sesuatu yang illegal, tetapi bisa kaya dengan mudah, akan selalu menjadi orang yang kaya raya. Koin yang sama, sisi yang berbeda, yang mana yang ingin anda lihat?
2. Dunia penuh dengan prospek atau kekurangan prospek?
Sama juga, orang yang merasa mencari prospek itu sulit, jaringannya pun kecil. Orang yang merasa bahwa mencari prospek itu mudah sekali, prospek ada di mana-mana, selama mata masih melihat adanya manusia, maka itulah prospek, biasanya jaringannya pun tumbuh dengan cepat dan besar.
1.      Dunia penuh dengan konsumen retail atau kekurangan konsumen retail?
Lagi-lagi, pandangan yang berbeda terhadap penjualan retail akan menghasilkan sesuatu yang berbeda pula. Banyak distributor yang merasa bahwa menjual itu sulit, siapa yang sanggup dan mau memakai produk kita, dan sebagainya, biasanya mengalami kebingungan dan kesulitan untuk tutup point. Sementara orang-orang yang merasa bahwa dunia penuh dengan konsumen, lagi-lagi selama mata masih memandang adanya manusia, maka merasa bisa diajak bergabung atau beli produk, maka mereka tidak pernah kesulitan untuk tutup point.
4. Dunia penuh dengan harapan atau sudah tak punya harapan?
Banyak orang merasa dunia sudah bobrok, sudah rusak, bejat semua, mencurigai semua orang, berprasangka buruk pada semua orang, biasanya hidup mereka tidak bahagia, sibuk dan pusing memikirkan sesuatu yang mereka tidak bisa mengontrol atau memiliki kuasa untuk mengendalikan. Tetapi orang-orang yang merasa bahwa dunia ini indah, penuh harapan dan rasa syukur, banyak sekali orang-orang baik yang diberikan untuk kita akan hidup lebih tentram, bahagia, dan menjadi orang-orang yang berhasil.

Salam sukses,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar