Orang mengenal saya
sebagai seorang sarjana komputer, yang pada umumnya bekerja membuat program
dengan bayaran yang cukup tinggi. Saya juga menguasai beberapa bahasa asing,
yang tentunya menambah "nilai jual" saya. Tetapi mengapa saya malah
menekuni bisnis MLM secara fulltime?
- Saya tidak mau bekerja untuk uang. Daripada saya bekerja
memperkaya bos, mengapa saya tidak menjadi bos yang tentunya bisa
memperkaya diri saya sendiri? Memiliki bisnis sendiri pasti lebih baik
daripada jadi pegawai.
- Saya tidak suka disuruh-suruh, walaupun dibayar. Harga diri saya
terlalu mahal untuk dijual, dan saya tidak mau jual diri demi uang.
- Saya belajar banyak tentang hubungan manusia di bisnis MLM, dan
ini tidak pernah diajarkan di sekolah.
- Saya belajar benar-benar berbisnis dan menghasilkan uang, bukan
teori demi teori saja.
- Saya bisa belajar memimpin, dan orang-orang yang saya pimpin
meliputi orang kalangan bawah sampai orang kalangan atas. Di mana lagi
bisa didapatkan kenikmatan ini??? Kapan lagi bisa bicara di depan 4,500
orang seperti yang pernah saya alami???
- Saya menjadi penerjemah membantu chairman perusahaan MLM saya
tanpa dibayar, dan saya senang sekali karenanya. Saya bisa memperlakukan
dia sebagai rekan sederajat, bukan sebagai atasan. Saya tidak perlu takut
bercanda ria atau menggodanya, karena saya bukan pegawainya. Saya pun
tidak takut dimarahi kalau salah, karena dia toh tidak menggaji saya.
Alasan yang sama juga saya pakai ketika saya membantu tim support system
MLM saya tanpa dibayar.
- Kalau mau menikah dalam 3 tahun (sejak pertama kali berbisnis
MLM), dimulai dari nol (tanpa memiliki apa-apa), harus beli mobil, rumah,
pesta, honeymoon, mana bisa kalau jadi pegawai???
- Saya bisa berpacaran dengan rekan kerja (downline) saya, dan
bekerja sama saling menyemangati selama menjalankan bisnis. Kalau di
perusahaan konvensional, pacaran dengan rekan sekerja sudah tidak
disarankan, apalagi menikah (salah satu harus keluar). Di MLM, saya bisa
menikah dengan downline saya, dan bisnis saya tetap tumbuh makin besar,
hubungan pun makin lengket (karena kumpul lebih dari 8 jam setiap hari,
dibandingkan dengan orang lain yang hanya kumpul waktu weekend atau hanya
beberapa jam setiap hari).
- Saya bisa mengalahkan orang yang mengajak saya (upline saya), baik
dari segi pendapatan, peringkat maupun omzet. Di tempat lain, bawahan
pasti selalu kalah dengan atasan (skema piramid).
10. Saya bisa kaya dengan membantu upline saya lebih kaya, karena upline saya juga membantu saya agar bisa kaya. Di perusahaan biasa, pegawai hanya memperkaya bos tanpa punya kesempatan dirinya sendiri bisa kaya. Sejarah menunjukkan: pegawai tidak pernah kaya. Orang terkaya selalu bukan pegawai (selalu kaya dari saham). Pegawai termahal tidak seorang pun yang masuk daftar orang terkaya, berapa pun gajinya, dan semua tunjangan hilang ketika pensiun (kalau pun ada, minimal jumlahnya).
----------------------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar